
Keris, ternyata bisa juga dijadikan suvenir atau tandamata. Bukan keris yang harganya ratusan juta lho, juga bukan keris yang ‘beraroma’ mistis. Keris-keris yang dijual di Kios Cinderamata Alun-Alun Utara ini kebanyakan hanyalah keris-keris produksi masa kini dan harganya terjangkau, sehingga bisa dijadikan barang suvenir atau sekadar untuk dipajang di rumah.
“Yang paling murah ada yang cuma Rp 75 ribu,” terang Supri, salah satu penjual keris. Bisa sangat murah karena memang kerisnya sendiri hanya berbahan seng, dan kualitas kayu warangka yang tidak begitu bagus. Ada juga keris kelas menengah, harganya mulai dari Rp 125 ribu sampai Rp 500 ribu. Kalau pengen yang lebih mahal lagi juga ada, harganya sekitar Rp 1 jutaan. Menurut Marenggo, penjual keris lainnya, keris-keris untuk suvenir biasanya dibuat dengan bantuan mesin, seperti misalnya menggunakan mesin gerinda. Sehingga proses pengerjaannya bisa lebih cepat dan dari segi harga juga bisa ditekan.
Ada dua jenis warangka keris, yakni Ladrangan dan Gayaman. Warangka model Ladrangan bentuknya lancip, seperti yang kebanyakan sudah kita kenal. Sedangkan model Gayaman bentuknya cenderung tumpul dan membulat, model warangka ini biasa dipakai oleh orang yang sudah sepuh.
Gimana, tertarik untuk menjadikan keris sebagai suvenir?
Kios Cinderamata, sisi timur Alun-Alun Utara.
Buka: 10.00-17.00





October 20th, 2009 at 10:31 am
Ini keris yang biasanya disewakan di rental kawinan itu ya? Ndak papa sih asal kerisnya ndak dikeluarkan dari sarungnya
October 20th, 2009 at 10:57 am
Ya..ya..ya…
sudah apdet ternyata
hehew
November 13th, 2009 at 4:35 am
pasar keris dll
daerah jogja deket mana ya…..????