
Kalau boleh sedikit berlebihan, saya akan bilang, “Tak lengkap berkunjung ke Solo, kalau Anda tak mampir ke daerah Notosuman dan mencoba legitnya serabi Notosuman.”
Di daerah Notosuman ini kita bisa menemukan beberapa penjual serabi, konon mereka berasal dari satu keturunan yang sama, yaitu Hoo Gek Hok, yang merintis usaha ini sejak 1923. Salah satu yang terkenal di daerah Notosuman adalah serabi Ny. Handayani.
Serabi sebenarnya adalah semacam pancake yang adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan sebagai pewangi. Teksturnya kenyal namun tetap lembut, dan rasanya sangat legit. Berbeda dengan kue serabi atau surabi di daerah lain, serabi khas Solo atau serabi Notosuman dihidangkan tanpa kuah manis.
Cara pembuatannya pun masih tradisional, adonan serabi dimasukkan ke dalam wajan kecil, lalu ditutup dengan penutup dari tanah liat supaya serabi mekar sempurna. Apinya berasal dari arang, cuma butuh waktu sekitar 3 menit, serabi pun matang. Menariknya, proses pembuatan serabi ini bisa disaksikan oleh pembeli.

Di daerah Notosuman ini, serabi yang ditawarkan hanya dua jenis, yakni serabi coklat dan polos (tanpa topping). Serabi coklat Rp 1.800, sedangkan serabi polos Rp 1.600.
Serabi Notosuman tidak memakai bahan pengawet sama sekali, dan bisa tahan selama 24 jam. Serabi Notosuman Ny. Handayani buka dari jam 05.00-19.00 WIB




November 6th, 2009 at 11:04 am
pancen enak serabi notosuman.
November 9th, 2009 at 8:52 am
wah…duit 7ribu mu masak isa dapet srabi notosuman??
*mlaayuuu*
November 9th, 2009 at 10:48 am
wah, enak banget tu serabi solo-nya.. makanan favorit saya
November 18th, 2009 at 9:56 am
waduh wis telung tahun ga mangan serabi solo
December 12th, 2009 at 12:43 pm
waaaaaaaah senenganku!!!
kapan yo bisa mampir ke solo…