nav-left cat-right
cat-right
Terima Kasih Atas Dukungan Anda
Terima Kasih Atas Dukungan Anda...
Dolan ke Solo, Blog Perjalanan dan Pariwisata Terbaik Blog Dolan ke Solo di luar dugaan menjadi nomor 1 di ajang XL Blog Award untuk kategori Blog Perjalanan dan Pariwisata Terbaik. Saya, Dony Alfan S, dari blog Dolan ke Solo mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Anda, pengunjung setia blog ini. Saya juga mengucapakan banyak terima kasih kepada pihak Pesta Blogger dan XL sebagai penyelenggara award tersebut, komunitas... 
Kereta Uap di Kota Solo
Kereta Uap di Kota Solo...
Belum lama ini, ada pemandangan baru dan unik di jalur rel sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo. Jika biasanya jalur ini hanya dilewati kereta api feeder kelas ekonomi dari Wonogiri, sekarang ada kereta lain yang melintasi jalur rel yang baru selesai diperbaiki tersebut. Bukan sembarang kereta, melainkan sebuah kereta uap kuno, buatan Jerman tahun 1896. Kereta tersebut bernama Sepur Kluthuk Jaladara, masih bermesin orisinil,... 
Blangkon
Blangkon...
Busana pria adat Jawa tidak bisa lepas dari bagian penutup kepalanya, yang disebut blangkon. Blangkon tidak hanya digunakan untuk acara resmi seperti perkawinan saja, dalam keseharian pun masih ada warga yang menggunakannya, meskipun tak banyak jumlahnya. Salah satu daerah di Solo yang cukup terkenal sebagai sentral pembuatan blangkon adalah daerah Serengan. Awalnya, di sini hanya ada dua perajin blangkon, yakni Slamet... 
Loji Gandrung
Loji Gandrung...
Sejarah di balik nama ‘Loji Gandrung’ Loji Gandrung, nama bangunan yang menjadi Rumah Dinas Walikota ini pasti sudah akrab di telinga warga Kota Solo. Tapi tak banyak yang tahu sejarahnya kenapa bisa dinamakan ‘Loji Gandrung’. Awalnya, bangunan ini adalah rumah pribadi milik Yohanes Agustinus Dezentye (1797-1839), dan berdiri sejak jaman Paku Buwono IV. Yohanes Agustinus Dezentye adalah seorang pengusaha pertanian... 
Suvenir Keris
Suvenir Keris...
Keris, ternyata bisa juga dijadikan suvenir atau tandamata. Bukan keris yang harganya ratusan juta lho, juga bukan keris yang ‘beraroma’ mistis. Keris-keris yang dijual di Kios Cinderamata Alun-Alun Utara ini kebanyakan hanyalah keris-keris produksi masa kini dan harganya terjangkau, sehingga bisa dijadikan barang suvenir atau sekadar untuk dipajang di rumah. “Yang paling murah ada yang cuma Rp 75 ribu,” terang... 

« Previous Entries