Pasar Gede yang dikenal sebagai salah satu pasar tradisional tertua di Solo, juga memiliki sejumlah jajanan khas yang patut untuk Anda coba dan nikmati.
Es dawet Pasar Gede misalnya, minuman segar ini sudah lumayan terkenal. Tempat jualannya dapat dengan mudah ditemui jika Anda masuk dari pintu pasar sebelah utara. Selain dawet, minuman ini juga berisi telasih, jenang sumsum, ketan hitam, dan tape ketan. Jadi, selain menyegarkan, minuman ini sekaligus bisa mengenyangkan.
Selain es dawet, ada gempol pleret, minuman dari santan ini memiliki rasa yang unik, perpaduan antara manis dan gurih, di dalamnya terdapat ‘bola bola’ kecil yang terbuat dari beras. Penjual gempol pleret bisa ditemui di samping pintu utama Pasar Gede. Bagi Anda yang mungkin kurang nyaman blusukan masuk pasar tradisional, tak perlu risau, karena es dawet dan gempol pleret Pasar Gede telah membuka cabangnya di Langen Bogan.
Untuk makanannya ada lenjongan, lenjongan adalah sejenis jajanan pasar komplit, terdiri dari klepon, gethuk, cenil, gendar, tiwul, dan lain lain. Lalu diatasnya ditaburi parutan kelapa, dan Anda bisa memilih gulanya, ada gula halus, maupun gula jawa yang sudah dicairkan. Untuk lenjongan dengan isi komplit, Anda hanya perlu merogoh kocek 3000 rupiah saja, cukup murah.
Di Pasar ini kita masih bisa menemui cabuk rambak, makanan khas asli Solo yang jarang ada di sembarang tempat. Terdiri dari ketupat yang diiris tipis lalu diberi sambal yang terbuat dari kelapa parut, kemiri, wijen, daun jeruk dan lombok. Tambah nikmat jika disantap dengan karak (kerupuk nasi).
Untuk Anda pecinta kopi, di Pasar Gede terdapat satu toko kopi, namanya Toko Podjok. Toko Podjok berdiri sejak sekitar tahun 1945, dan sekarang ini sudah dikelola oleh generasi ke-3. Toko ini menyediakan kopi dalam bentuk biji, maupun giling. Ada robusta dan arabika, per ons-nya dijual 3000-3600 rupiah. Toko Podjok juga memproduksi kopi dalam kemasan, yakni kopi bubuk tjap Angkring, merek ini sudah cukup terkenal di Solo dan sekitarnya.
Ya, untuk menemukan jajanan yang enak dan murah di Solo, kadang kita musti blusukan masuk ke dalam pasar tradisional. Jangan sampai pasar-pasar tradisional itu tergusur oleh pusat-pusat perbelanjaan modern.
© Naskah dan foto oleh Dony Alfan









June 26th, 2008 at 10:07 pm
Salam nggo bakule Cabuk Rambak, aku kangen makan cambuk rambak …*nangis sesengguk-an (ö_ö)
July 8th, 2008 at 5:49 am
YEAY… jadi kangen mo ke pasar Gede… udah lama banget gak ke SOLO liat saudara…
Waduh.. makananya membuat perut ku kruyuuukan nih…
hehehe…
~^_^~
Cheers!
,.-*’oo’*-.,_Chronicles of Trisna_,.-*’oo’*-.,
July 16th, 2008 at 3:55 pm
wah solo, i miss youuuu….
July 21st, 2008 at 7:43 am
artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
Artikel kuliner terhangat
Artikel anda di infogue
anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com/ yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
July 22nd, 2008 at 2:21 pm
Mas,aku ke pasar gede paling nyari tanaman herbal..misale daun tempuyung untuk batu ginjal ama daun kumis kucing untuk terapi anyang2en..Stoknya lumayan lengkap kuq.
August 7th, 2008 at 8:56 am
pengeeeen… aku dulu 6 taon di solo tapi ga pernah nyoba jajanan di sar gedhe hehehe…
August 27th, 2008 at 10:35 am
waaaah, postingan ini akan kuingat terus
soalnya selama ini kalo ke solo, paling pol ya cuman ke klewer, beli jajanan di pinggir2 klwer aja.
pasar gedhe jauh gak dari klewer??
November 28th, 2008 at 6:02 pm
harus kesini niy aku…pokoknya harus…dulu pernah ke solo..kalo ga salah kepasar ini jg..cman secara masih kecil..gak ngerti apa2.
aku jg pernah nyoba ketupat yg pake kelapa parut ituh …
jajanan pasarnya bener2 bikin ngileeeer