Dolan ke Solo - Solo Tourism Blog
nav-left cat-right
cat-right

Slamet Riyadi Art Fair, Sebuah Perhelatan Besar Kesenian

Inilah sebuah event seni besar di kota Solo, perhelatan ini bernama Slamet Riyadi Art Fair 2007. Kenapa bisa disebut sebagai sebuah event seni besar? Karena event seni ini diadakan di jalan Slamet Riyadi yang notabene adalah jalan utama di kota Solo, dimulai dari Taman Sriwedari sampai dengan Bundaran Gladak, yang berjarak sekitar dua kilometer. Di sepanjang ruas jalan itu berdiri delapan panggung yang masing-masing mengusung tema berbeda.

Panggung di Taman Sriwedari menyajikan aneka jenis musik, mulai dari jazz, etnik, pop, hingga reggae. Agak ke timur ada pegelaran wayang orang Sriwedari. Depan Balai Sudjatmoko (TB Gramedia) menjadi tempat bagi perwakilan dari lima kelurahan di kota Solo untuk unjuk gigi dalam menampilkan seni dari masing-masing kelurahan/kampung.

Lalu di depan Hotel Cakra terdapat panggung yang diperuntukkan bagi pertunjukan tari anak-anak dari sanggar tari anak kota Solo. Panggung selanjutnya ada di depan kampus ASDI yang menghadirkan pagelaran Kethoprak Balekambang yang saat itu menampilkan lakon Suminten Edan. Suguhan tembang-tembang keroncong juga bisa kita nikmati dari panggung yang berada di depan SMP Bintang Laut. Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi sebuah layar tancap yang memutar film-film indie karya sineas Solo, salah satunya berjudul Tobong.

Panggung yang berada di sisi paling timur jalan Slamet Riyadi, yakni di Bundaran Gladak menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, gelaran ini menjadikan Slamet Riyadi Art Fair semakin lengkap. Wayang kulit dengan lakon Klilip Jagad ini dibawakan oleh dalang Ki Purbo Asmoro, pagelaran wayang kali ini juga menjadi sedikit berbeda karena salah satu pesinden-nya adalah orang Jepang.

Dalam event kali ini terlihat bahwa antusiasme warga Solo terhadap budaya lokal belumlah luntur, terlihat dari ramainya penonton dari masing-masing panggung tersebut. Tujuan dari gelaran ini adalah untuk menggali potensi-potensi kesenian lokal yang ada di kota Solo. Ruas jalan sepanjang dua kilometer itu memang telah berubah menjadi tempat bagi masyarakat untuk menikmati berbagai pagelaran seni, mulai dari seni warisan budaya hingga seni kontemporer. Event tersebut juga diharapkan bisa dijadikan ajang sosialisasi program City Walk di sepanjang jalan Slamet Riyadi, yakni salah satu program unggulan Pemerintah Kota Surakarta.

Apakah Slamet Riyadi Art Fair akan menjadi event tahunan? Kita tunggu saja tahun depan.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment